Minggu, 05 Agustus 2018

Guru Hebat itu Guru yang berani dengan Tantangan

Guru yang mengajar pada kelas di sekolah-sekolah unggulan yang memiliki peserta didik dengan antusias belajar yang tinggi dan kemampuan di atas rata-rata, kuranglah teruji kompetensinya dan kecerdasannya bila hanya mengajari anak-anak yang memang sudah pintar sedari sononya.


Kalau memang sungguh-sungguh mau tahu kompetensi keberhasilan dan kehebatan anda sebagai guru, cobalah dulu mengajar pada kelas di sekolah yang peserta didiknya masih rendah kemampuan belajarnya, sedikit motivasi belajarnya, daya intelegensi yang malas untuk ditingkatkan. Disitu anda akan diuji, bagaimana cara anda membangun motivasi murid anda, akan terkerahkan tenaga dan pikiran anda membujuknya untuk mau sekolah, anda akan memutar otak untuk membuat mereka mengerti mengapa harus belajar dan seberapa penting mereka harus mengikuti kelas anda. Ditambah fokus mereka yang kacau dengan banyak bermain dan mengganggu kawan kelasnya, konsenterasi mereka yang rendah sehingga anda harus berpuluh-puluh kali menjelaskan pelajaran anda padanya yang toh belum tentu mereka paham juga. Nah, disitu ilmu pedagogik anda tentang metode, pendekatan, strategi dan model-model pembelajaran benar-benar teruji berhasil tidaknya. Silahkan bereksperimen sesuka anda. Sabar anda juga teruji jika ternyata ketika ujian tiba nilai mereka dibawah rata-rata kelas atau dibawah kriteria tuntas,mungkin dengan kata lain bisa dikatakan nilai mati, padahal usaha anda dalam mengajar mereka tidak main-main luar biasa kerasnya dalam berusaha mencerdaskan mereka.


Mungkin dengan kondisi seperti demikian anda akan merasa menjadi guru tidaklah mudah. Apalagi sedikit-sedikit ada juga oknum yang selalu menyalahkan guru bila tidak berhasil membuat mayoritas peserta didiknya menjadi anak yang pintar dan mampu mendapat nilai tinggi. 


Padahal pengaruh metode,model pembelajaran,dan segala hal lingkungan di sekitar peserta didik itu hanya memiliki pengaruh 20% saja, selebihnya 80% adalah pengaruh intelektualitas, emosional da motivasi peserta didik sendiri. Selama ini kita hanya sibuk berputar pada nilai 20%. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengalaman Lulus UTN

Serba-Serbi UTN  Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya lulus UTN. UTN ini sering menjadi polemik para guru yang sudah melewati PL...